Testing & Implementasi sistem

4 05 2012

Testing & Implementasi sistem

Tujuan

Testing adalah proses eksekusi program yang bertujuan untuk menemukan error. Sebuah test yang baik adalah yang mempunyai kemungkinan besarmenemukan error yang sebelumnya tidak terdeteksi. Sebuah test dikatakan sukses jika dapat menemukan error yang tidak ditemukan sebelumnya

Prinsip Testing

Semua test seharusnya dapat dilacak dengan requirement dari customer. Testing seharusnya direncanakan memenuhi prinsip pareto (80 % error dapat ditemukan dengan tracing 20 % modul dalam program). Dimulai dengan “kecil” dan berlanjut ke yang “besar”. Testing yang lengkap (exhaustive) tidak dimungkinkan agar efektif, testing dapat dilakukan oleh pihak ketiga

Testability

Seberapa mudah sebuah program dapat ditest operability “semakin baik sistem bekerja,

semakin efisien sistem di test” Observability “Apa yang Anda lihat adalah apa yang Anda Test”Controllability “semakin baik software dapat dikontrol, testing semakin dapat diotomasi dan lebih optimal”. Decomposability Dengan mengontrol scope dari testing, kita dapat mengisolasi masalah lebih cepat dan melakukan testing ulang dengan lebih smart Simplicity Semakin sedikit yang di test, semakin cepat kita dapat melakukan pengetesan Stability Semakin sedikit perubahan, semakin sedikit gangguan terhadap pengetesan Understanbility semakin banyak informasi yang kita dapatkan, semakin smart kita melakukan testing


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: