Teori Motivasi

3 11 2009

Teori Motivasi

1. Teori Kebutuhan dengan alasan sebagai berikut; semua orang sama, semua situasi sama, dan selalu ada “satu cara terbaik”.
1.1. Teori Hierarkhi Kebutuhan Maslow – Manusia Piramida
Menurut Abraham H. Maslow mengurutkan 5 (lima) jenis kebutuhan manusia dari yang terendah hingga yang tertinggi:
1. Kebutuhan fisiologis
2. Kebutuhan akan rasa aman
3. Kebutuhan sosial
4. Kebutuhan status
5. Aktualisasi diri
1.2. Teori ERG Clayton Alderfer – Manusia Tiga Tingkat
Teori ini membagi kebutuhan manusia hanya menjadi 3 (tiga) tingkat:
1. Kebutuhan Existence kebutuhan fisiologis dan rasa aman (dua tingkat pertama Maslow)
2. Kebutuhan Relatedness kebutuhan sosial dan struktur sosial (tingkat 3 Maslow)
3. Kebutuhan Growth kebutuhan pengembangan diri (tingkat 4 dan 5 Maslow)
2. Teori Perilaku Manusia Tikus
Teori ini mengamati berbagai perilaku orang yang memang diperkirakan bisa diukur:
1. Jika seseorang memperoleh apa yang dia inginkan, maka “penghargaan positif meningkatkan kinerja” (R+)
2. Jika seseorang menghindari apa yang tidak dia inginkan, maka “penghargaan negatif meningkatkan kinerja” (R )
3. Jika seseorang memperoleh apa yang tidak dia inginkan, maka “hukuman menurunkan kinerja” (P+)
4. Jika seseorang tidak memperoleh apa yang dia inginkan, maka “ancaman pemecatan menurunkan kinerja” (P )

2.1. Teori Efek Thorndike Manusia Pencari Kesenangan
Teori ini menyatakan bahwa jika yang dilakukan seseorang menyenangkan, ia akan lebih sering melakukan hal itu; jika perilakunya buruk, ia pasti tidak akan mengulangi hal itu. Jadi perilaku akan semakin melekat pada diri seseorang apabila:
1. Kesenangan atau kepedihan muncul seketika akibat suatu perilaku.
2. Kesenangan atau kepedihan tersebut terjadi berulang ulang.
3. Kesenangan atau kepedihan tersebut benar-benar dirasakan oleh orang tersebut.

2.2. Teori Analisis Transaksional Eric Berne Manusia Bermental Transaksi
Teori ini menyatakan bahwa salah satu motivasi paling kuat bagi manusia adalah dihargai secara positif; pribadinya diakui oleh orang lain. Seseorang membutuhkan “rangsangan” dari orang lain agar merasa puas secara emosional dan psikologis. Jika rangsangan positif tidak diberikan, mereka akan haus terhadap rangsangan ini dan akan semakin sulit diatur dan mengganggu hanya untuk mendapat perhatian. Bahkan rangsangan negatif lebih baik dari pada tidak menerima rangsangan sama sekali atau diabaikan.

2.3. Teori Tujuan Manusia Bermental Sepak Bola
Teori ini menyatakan bahwa mencapai tujuan adalah sebuah motivator. Hampir setiap orang menyukai kepuasan kerja karena mencapai sebuah tujuan yang diinginkan. Saat seseorang memiliki tujuan yang jelas, biasanya kinerjanya meningkat sebab:
1.Ia akan berorientasi pada hal hal yang diperlukan
2.Ia akan berusaha keras mencapai tujuan tersebut
3.Tugas tugas sebisa mungkin akan diselesaikan dengan baik
4.Semua jalan untuk mencapai tujuan pasti ditempuh
Bawahan harus menyetujui dan menerima tujuan itu. Bila mereka berpikir sebuah tujuan terlalu sukar atau tidak penting, ia tidak akan termotivasi untuk mencapai tujuan tersebut..

2.5. Teori Dua Faktor Manusia Berkembang
Teori ini menyatakan bahwa “kepuasan” dan “ketidakpuasan” adalah dua hal yang berbeda. Seseorang dapat menghindari ketidakpuasan, tetapi hal ini belum tentu memberi kepuasan.
Pemberi Kepuasan: Pekerjaan menarik, Pekerjaan menantang, Kesempatan berprestasi, Penghargaan, Promosi jabatan.
Faktor Darurat: Gaji, Pengawasan, Kondisi kerja, Keamanan kerja, Status.
3. Teori Kecenderungan dengan asumsi:
1.Setiap orang berbeda
2.Kepribadian berdampak pada motivasi
3. Setiap orang memiliki kebutuhannya sendiri sendiri

3.1. Teori Tiga Kebutuhan McClelland – Manusia Prestasi
Teori ini menyatakan bahwa bawahan menginginkan 3 (tiga) hal dari pekerjaannya:
1.Prestasi (need of achievement)
2.Kekuasaan (need of power)
3.Perhatian (need of affection)
3.2. Teori Percaya Diri Manusia Yang Membatasi Diri
Teori ini menyatakan bahwa bawahan hanya dapat berhasil mencapai target yang mereka yakini dapat mereka capai.
3.3. Teori Keadilan J. Stacy Adam Manusia Adil
Teori ini menyatakan bahwa kita merasa lebih buruk ketika dibandingkan dengan orang lain. Kita melihat situasi kita sebagai kurang adil. Bukan hanya merasa frustrasi, motivasi pun terpengaruh. Ada dua kemungkinan tanggapan:
1.Mengurangi usaha sehingga penghargaan tampak adil (menurunkan motivasi)
2.Berusaha meningkatkan penghargaan/pendapatan (meningkat-kan motivasi)
Bila itu tidak mungkin, kita menghapus kekecewaan dengan meng-undurkan diri dari organisasi tsb.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: