3 ancaman lingkungan sosial

31 03 2018

Dalam sepak bola, saat bertahan atau berhadapan lawan yang menguasai bola kita selalu menghadapi 3 ancaman :
1. Passing
2. Dribbling
3. Shooting
Semakin bagus defender memprediksi ancaman semakin bagus penilaian performanya.

Dalam bersosialisasi kita selalu menghadapi 3 ancaman dari masyarakat :
1. Diterima
2. Ditolak
3. Diasingkan
Semakin bagus seseorang memprediksi ancaman, semakin baik ia bersosial.

Ada sebuah pepatah lama :
Seorang jenius selalu berusaha membuat sederhana sesuatu yang sulit.

Advertisements




Dalam Islam, Kenapa Wanita Lebih Baik dirumah ?

28 03 2018

Sebetulnya dalam islam sudah sempurna termasuk perkara kenapa wanita disunnahkan untuk dirumah ?
Bahkan untuk sholat aj lebih berpahala dirumah.

Saya mau menjelaskan dari sisi psikologi saja, pengalaman saya memahami psikologi wanita.
Wanita itu cenderung gampang sekali curhat, nah lama kelamaan tanpa sadar Dy membuka aib-aib nya sendiri, keluarga, bahkan teman-teman sendiri.
Itu resiko bila wanita dibiarkan diluar rumah.

Tujuan wanita lebih baik dirumah untuk memberi ketenangan batin pada keluarga ( suami atau ayah nya ).





Permasalahan Umum Pernikahan

27 03 2018

Saya memang Blm menikah tapi Qodarullah saya pernah menangani dan diskusi masalah pernikahan dengan ibu2 n bapak2, teman2 yang menikah.
Bila dirunut sumber masalah antara lain sebagai berikut :
1. Banyak yg menikah tanpa ilmu dan pengetahuan pernikahan.
– Tidak ngerti bahkan tidak tau tanggung jawab dan hak masing-masing baik dari pihak akhwat ataupun dari pihak ikhwan.
– Saya telusuri banyak yang menikah hanya tau colok cabut enak, tanpa tau dan belajar dinamika psikologi / pikiran dan perasaan manusia.

2. Banyak menuntut pasangan yang berlebihan.
Misal :
-Seorang suami menuntut istri mengurus segalanya, umumnya sumur, dapur, kasur.
-Seorang istri menuntut suami mengerti isi hati dan pikiran nya.

3. Kurang nya komunikasi
– suami terkesan cuek, mungkin fokus mencari nafkah.
-istri merasa kurang dianggap dan tidak didengarkan keluh kesahnya.

Itu sedikit hasil pengalaman saya 2 tahun belakangan.





Makna Sholat

27 03 2018

Sholat itu asal kata Sholaah yaitu berbuat. Sebagian besar ulama berpendapat sholat adalah do’a. Klo menurut yg saya pelajari sholat itu berbuat, kenapa ?
Sebab dalam berbuat ada beberapa unsur :
1. Niat ( bisa dalam hati atau diucapkan )
2. Pergerakan dan perkataan ( do’a )
2 unsur itu sesuai dengan konsep iman : diucapkan dengan lisan, masukkan dalam hati lakukan dengan perbuatan.





Jihad Fi Sabilillah bukan Hanya Perang dengan Pedang ( senjata ).

22 03 2018

Saya hanya ingin mengingatkan saja.

Segala sesuatu itu mungkin, hanya saja kita belum mencari ilmu diatas kemungkinan.
Siapa pun mungkin saja benar, hanya saja kita belum mencari ilmu diatas kebenaran.

Kita harus kaffah ( menyeluruh ) dalam menjelaskan suatu perkara dalam hal ini jihad. Jangan sepotong-potong. Saya khawatir Allah menilai kita sebagai orang yang jualan ayat dan jualan janji Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah (2) : 208)

JIHAD Fi Sabilillah (berjuang di jalan Allah) bukan hanya berperang membela Islam dan kaum Muslim.
Jihad Fi Sabilillah itu Ada 3 :
1. Jihad dengan pedang ( berperang ) dijalan Allah.
2. Jihad Menafkahi Keluarga
3. Jihad menuntut ilmu

“Saya berlindung pada Allah dari perbuatan menjual beli ayat Allah dan menjual beli janji Allah dengan harga murah ( dengan mudahnya ).”

Allah memberi kita peringatan pada kita.
Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَشْتَرُوْنَ بِعَهْدِ اللّٰهِ وَاَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيْلًا اُولٰٓئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللّٰهُ وَلَا يَنْظُرُ اِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَلَا يُزَكِّيْهِمْ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَ لِيْمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang memperjualbelikan janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga murah, mereka itu tidak memperoleh bagian di akhirat, Allah tidak akan menyapa mereka, tidak akan memperhatikan mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 77)

Allah SWT berfirman:

وَاٰمِنُوْا بِمَاۤ اَنْزَلْتُ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُوْنُوْاۤ اَوَّلَ كَافِرٍۢ بِهٖ ۖ وَلَا تَشْتَرُوْا بِاٰيٰتِيْ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۖ وَّاِيَّايَ فَاتَّقُوْنِ

“Dan berimanlah kamu kepada apa (Al-Qur’an) yang telah Aku turunkan yang membenarkan apa (Taurat) yang ada pada kamu dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya. Janganlah kamu jual ayat-ayat-Ku dengan harga murah dan bertakwalah hanya kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 41)

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَـقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَـقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 42)

2. Menafkahi keluarga = Jihad

JIHAD Fi Sabilillah (berjuang di jalan Allah) bukan hanya berperang membela Islam dan kaum Muslim. Bekerja mencari nafkah pun termasuk jihad di jalan Allah SWT.

-Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Sesungguhnya bisa jadi ada seorang yang senantiasa berjihad walaupun tidak pernah menyabetkan pedang -di medan perang- suatu hari pun.” (Lihat Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim [6/264] cet. Dar Thaibah).

-Ath-Thabarani meriwayatkan dari Abu Hurairah yang berkata, “Tatkala kami (para sahabat) duduk-duduk di sisi Rasulullah Saw, tiba-tiba ada seorang pemuda yang keluar dari jalan bukit. Ketika kami memperhatikannya, maka kami pun berkata, “Kalau saja pemuda ini menggunakan kekuatan dan masa mudanya untuk jihad di jalan Allah!”

Mendengar ucapan para sahabat itu, Rasulullah Saw bersabda:

“Memangnya jihad di jalan Allah itu hanya yang terbunuh (dalam perang) saja? Siapa yang bekerja untuk menghidupi orang tuanya, maka dia di jalan Allah, siapa yang berkerja menghidupi keluarganya maka dia di jalan Allah, tapi siapa yang bekerja untuk bermewah-mewahan (memperbanyak harta) maka dia di jalan thaghut.” (HR Thabrani, Al-Mu’jam Al-Ausath).

-“Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, dan satu dinar yang kamu nafkahkan di dalam memerdekakan budak, dan satu dinar yang kamu nafkahkan untuk seorang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan untuk keluargamu, lebih besar pahalanya (satu dinar) yang kamu nafkahkan kepada keluargamu.” HR. Muslim.

-“Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Seseorang pernah melewati Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan para shahabat Nabi MHammad shallallahu ‘alaihi wasallam kagum melihat akan kesemangatan dan kekuatannya, mereka berkata: “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, jikalau sekiranya orang ini berjihad fi sabilillah”, maka Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika ia keluar rumah berusaha menafkahi atas anaknya yang kecil maka ia adalah berjihad fi sbilillah, dan jika ia keluar rumah berusaha menafkahi kedua orangtuanya yang sangat tua kedua-duanya maka ia adalah berjihad fi sabilillah, dan jika ia keluar berusaha untuk dirinya sendiri agar tidak meminta-minta maka ia adalah berjihad fi sabilillah, dan jika ia keluar dari rumahnya dalam keadaan riya’ dan menyombongkan diri maka ia berada di dalam jalan setan.” HR. Ath Thabrani dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 1428.

2. Menuntut Ilmu Fi sabilillah

Adapun dalil yang mendukung bahwa menuntut ilmu termasuk jihad adalah firman Allah Ta’ala,

وَلَوْ شِئْنَا لَبَعَثْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ نَذِيرًا (51) فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا (52)

“Dan andaikata Kami menghendaki benar-benarlah Kami utus pada tiap-tiap negeri seorang yang memberi peringatan (rasul). Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar” (QS. Al Furqon: 51-52). Ibnul Qayyim berkata dalam Zaadul Ma’ad, “Surat ini adalah Makkiyyah (turun sebelum Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berhijrah, -pen). Di dalam ayat ini berisi perintah berjihad melawan orang kafir dengan hujjah dan bayan (dengan memberi penjelasan atau ilmu, karena saat itu kaum muslimin belum punya kekuatan berjihad dengan senjata, -pen). … Bahkan berjihad melawan orang munafik itu lebih berat dibanding berjihad melawan orang kafir. Jihad dengan ilmu inilah jihadnya orang-orang yang khusus dari umat ini yang menjadi pewaris para Rasul.”

Dalam hadits juga menyebutkan bahwa menuntut ilmu adalah bagian dari jihad. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ جَاءَ مَسْجِدِى هَذَا لَمْ يَأْتِهِ إِلاَّ لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ جَاءَ لِغَيْرِ ذَلِكَ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ

“Siapa yang mendatangi masjidku (masjid Nabawi), lantas ia mendatanginya hanya untuk niatan baik yaitu untuk belajar atau mengajarkan ilmu di sana, maka kedudukannya seperti mujahid di jalan Allah. Jika tujuannya tidak seperti itu, maka ia hanyalah seperti orang yang mentilik-tilik barang lainnya.” (HR. Ibnu Majah no. 227 dan Ahmad 2: 418, shahih kata Syaikh Al Albani).





Permasalahan Rumah Tangga

16 03 2018

Saya memang Blm menikah tapi Qodarullah saya pernah menangani dan diskusi masalah pernikahan dengan ibu2 n bapak2, teman2 yang menikah.
Bila dirunut sumber masalah antara lain sebagai berikut :
1. Banyak yg menikah tanpa ilmu dan pengetahuan pernikahan.
– Tidak ngerti bahkan tidak tau tanggung jawab dan hak masing-masing baik dari pihak akhwat ataupun dari pihak ikhwan.
– Saya telusuri banyak yang menikah hanya tau colok cabut enak, tanpa tau dan belajar dinamika psikologi / pikiran dan perasaan manusia.

2. Banyak menuntut pasangan yang berlebihan.
Misal :
-Seorang suami menuntut istri mengurus segalanya, umumnya sumur, dapur, kasur.
-Seorang istri menuntut suami mengerti isi hati dan pikiran nya.

3. Kurang nya komunikasi
– suami terkesan cuek, mungkin fokus mencari nafkah.
-istri merasa kurang dianggap dan tidak didengarkan keluh kesahnya.

Itu sedikit hasil pengalaman saya 2 tahun belakangan.





Laki-laki mendapat bidadari di Surga, Perempuan dapat apa ?!

2 03 2018

Bidadari-bidadari

Tidak kurang 4 Ayat dalam Al-qur’an mengenai bidadari cantik.
1. Ad-Dukhan 44: Ayat 54
Allah SWT berfirman:

كَذٰلِكَ ۗ وَزَوَّجْنٰهُمْ بِحُوْرٍ عِيْنٍ
kazaalik, wa zawwajnaahum bihuurin ‘iin

“demikianlah, kemudian Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah.”

2. At-Tur 52: Ayat 20
Allah SWT berfirman:

مُتَّكِــئِيْنَ عَلٰى سُرُرٍ مَّصْفُوْفَةٍ ۚ وَزَوَّجْنٰهُمْ بِحُوْرٍ عِيْنٍ
muttaki`iina ‘alaa sururim mashfuufah, wa zawwajnaahum bihuurin ‘iin

“… Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah.”

3. Ar-Rahman 55: Ayat 72
Allah SWT berfirman:

حُوْرٌ مَّقْصُوْرٰتٌ فِى الْخِيَامِ
huurum maqshuurootun fil-khiyaam

“Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah.”

4. Al-Waqi’ah 56: Ayat 22
Allah SWT berfirman:

وَحُوْرٌ عِيْنٌ
wa huurun ‘iin

“dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah,”

Makna Hurr
Tulisan arab mengenai bidadari ialah Hurr.
Seringkali Hurr diterjemahkan menjadi bidadari. Sebenernya Hurr ialah bentuk kata jamak dari Ahwar untuk laki-laki, Haura untuk perempuan. Jadi, maksud nya ialah penduduk surga jika ia adalah laki-laki maka ia akan diberikan bidadari-bidadari cantik bermata indah. Jika ia seorang perempuan ia akan diberikan sosok laki-laki setampan dan seindah bidadari.
Sumber : Buku DR.ZAKIR NAIK DEBAT ISLAM VS NON ISLAM.